7 Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Hamil Sebelum Olahraga Lari

Jakarta Kalau Kamu cukup doyan berlari tapi sedang hamil ketika ini, bukan berarti latihan itu mesti Kamu lepaskan begitu saja. Sebab sebenarnya, tetap ada beberapa cara supaya bunda hamil masih dapat melaksanakan olahraga lari.

Bahkan, studi yang di publikasikan didalam National Center for the Biotechnology Information, menunjukan bahwa dengan cara memperhatikan beberapa hal tertentu, olahraga lari dapat masih di lakukan para bunda hamil tanpa mesti takut akan potensi yang mengancam bayi didalam perutnya.

Apa saja hal yang perlu di perhatikan para bunda hamil penggemar olahraga lari supaya aktivitasnya dapat masih di jalankan tanpa mengancam keselamatan si buah hati didalam kandungannya?

Berikut jawabannya seperti dikutip dari Purewow, Jumat (16/12/2016):

1. Gunakanlah sepatu olahraga yang tepat pendukung keseimbangan badan

Kehamilan membuat pusat gravitasi Kamu sedikit berubah. Tetapi dengan memanfaatkan sepatu sneakers yang mempunyai penopang yang tepat, akan menolong Kamu dalam menjaga keseimbangan badan. Jadi, kalau Kamu rasa sepatu sneakers yang dimiliki ketika ini kurang pas untuk menolong menstabilkan badan Kamu yang sedang hamil, lebih baik jika segera siapkan yang baru.

Ini Menu Sarapan yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Asupan protein ketika sarapan adalah kunci kenyang lebih lama. Mungkin ketika menyebut protein, langsung terbayang daging dan juga ayam dalam pikiran. Tetapi dibandingkan protein hewani, sumber baik protein nabati seperti kacang merah dan juga kacang polong membuat kenyang lebih lama.

Apabila seseorang merasa jadi kenyang lebih lama, hal ini akan membantunya untuk menurunkan asupan makanan lain. Peneliti menyatakan, jenis asupan makanan seperti itu dapat menolong menurunkan berat tubuh.

Hal ini di ketahui dalam studi dari University of the Copenhagen, Denmark. Peneliti mengharap 43 partisipan usia 20-an untuk mengkonsumsi 3 menu sarapan di minggu yang bertentangan. Masing-masing menu sarapan itu mempunyai kandungan 800 kalori.

Menu pertama merupakan burger isi daging sapi, menu ke-2 burger isi selai kacang merah dan juga kacang polong, menu ke-3 burger rendah protein dengan yang selain kacang merah, kacang polong dan juga kentang.

3 jam lalu mereka makan siang dan juga diminta makan sebesar yang di inginkan. Menariknya, peserta burger isi protein nabati mengkonsumsi makan siang 12 % kalori lebih sedikit dibandingkan daging seperti mengutip Time, Jumat (16/12/2016).

“Kandungan serat yang jauh lebih tinggi kemungkinan yang berkontribusi sangat besar dalam meningkatnya rasa kenyang,” terang salah 1 peneliti yang pun juga spesialis nutrisi Anne Raben.

Ini bukan studi kasus pertama yang menunjukkan adanya sayuran kacang-kacangan menolong kami mengkonsumsi kalori lebih sedikit. Penelitian pada bulan Maret mengungkapkan orang yang mengkonsumsi kacang polong, kacang buncis, dan juga lentil lebih banyak mengalami penurunan berat tubuh.

Orang yang mengkonsumsi protein nabati itu merasa kenyang lebih lama. Sehingga tak perlu upaya khusus menghindari makanan lain.

‘Morning Sickness’ Selama 9 Bulan Hamil Bisa Sebabkan Kematian

Rasa mual di pagi hari ataupun yang lebih terkenal dengan sebutan bahasa Inggrisnya, penyakit morning sickness itu termasuk normal untuk bunda yang sedang hamil. Umumnya keadaan kondisi ini terjadi di beberapa bulan pertama semasa kehamilan dan juga cenderung untuk mengurang seiring dengan bertambahnya umur kandungan.

Tetapi ada beberapa bunda hamil yang terpaksa mengalami suatu kondisi jauh lebih parah dari pada sekedar mual saja. Soalnya, rasa mual menjadi cukup berlebihan sampai memicu sang bunda untuk muntah secara continyu selama kehamilan sedang berlangsung.

Kondisi yang disebut dengan Hiperemesis gravidarum (HG) ini di ketahui sudah menyerang sekitar 3 % bunda hamil di Amerika Serikat. Mereka sering di larikan ke Unit Gawat Darurat untuk mendapat perawatan intensif karena kehilangan banyak cairan dan juga nutrisi dari asupan nutrisi makanan sehat yang ia muntahkan akibat dari rasa mual berlebihan.

HG terbukti menjadi kondisi fatal kedua terparah menyerang bunda hamil yang memungkinkan akan terjadinya kematian. Menduduki posisi pertama yakni persalinan bayi prematur.

Sayangnya sampai detik ini belum di ketahui pasti asal muasal kondisi itu dan juga bagaimana caranya untuk menahan bunda hamil dari potensi mengalaminya, dan metode untuk menurunkan kefatalannya kalau telah terlanjur di alami oleh bunda yang sedang hamil

Demikian yang dimuat di website Discovery Magazine, Kamis.

Google Maps Sekarang Sediakan Fitur Khusus Difable serta Lansia

CALIFORNIA – Google Maps telah kembali mengupdate fitur baru untuk memudahkan pemakai. Dikutip digitaltrends, Jumat(16/12/2016), kali ini Google Maps mendatangkan fitur untuk menunjukkan tempat-tempat yang dapat diakses oleh pemakai kursi roda.

ini bahkan dapat di lihat sebelum pemakai pergi ke area itu. Fitur ini kabarnya adalah kebijakan dari Google.

Tim developer fitur Maps yang di pimpin oleh Manajer Product Google Drive, Rio Akasaka, menghabiskan sekira 1 tahun untuk menyusun pedoman aksesibilitas Maps.

Sebelumnya, Google mengamati pertanyaan yang cukup banyak ditanyakan oleh orang yang berkunjung ke toko. Salah 1 pertanyaan yang banyak ditanyakan merupakan lokasi yang dapat akses pemakai kursi roda.

Fitur ini tidak hanya bermanfaat untuk pemakai kursi roda, namun pun juga penyandang disabilitas serta lansia. Untuk melihat ada atau tidaknya lokasi yang ramah untuk pemakai kursi roda, Kamu dapat memilih lokasi yang Kamu akan tuju contohnya, lalu pilih deskripsi serta lihat keterangan dibawah “fasilitas tab”.

Kekurangan Vitamin D Memungkinkan Ibu Hamil Lahirkan Anak Autis

Jakarta Kekurangan vitamin D ketika kehamilan berpotensi akan melahirkan anak berciri-ciri autis. Hal ini di publikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry pada November kemudian.

Peneliti mengetahui peristiwa hal ini setelah menganalisis jumlah kadar vitamin D dari sekitar 4.200 sampel darah perempuan hamil dan juga anaknya. Sampel darah di ambil ketika usia kehamilan 21 minggu dan juga pada ketika lahir. Kemudian, pada ketika anak berusia 6 tahun di lakukan tes untuk mengetaui tanda-tanda autsime.

Setelah penelitian selesai, peneliti berkata bunda yang kadar vitamin D rendah, ketika anak berusia 6 tahun lebih nampak berciri-ciri autisme pada anak. Bertentangan kondisinya dengan bunda yang tingkat vitamin D lebih tinggi.

Seperti mengutip dari Good Housekeeping, Jumat hasil studi ini tak mengejutkan. Studi yang sebelumnya mengungkapkan bahwa vitamin D memainkan kiprah terpenting dalam perkembangan otak. Apabila ketika hamil kekurangan vitamin D dapat membuat masalah terhada anak sepertii skizofrenia dan juga asma.

Oleh sebab itu, bunda hamil jangan hingga kekurangan vitamin D. Kamu dapat mendapatkannya dengan mudah dari sinar matahari pagi. Kemudian, beberapa makanan seperti halnya telur, salmon, susu, dan juga sarden.