Mengapa Penis Tak Bertulang?

Jakarta Pernahkah Kamu berpikir, kenapa penis tidak bertulang? Hal ini pun telah memicu para ilmuwan untuk mencari tahu sisi kebenarannya.

Seperti dimuat di Daily Mail, Jumat tulang penis ataupun disebut baculum sebenarnya sudah digambarkan menjadi “tulang yang paling banyak sekali berevolusi” antara 145 ataupun 95 juta tahun lalu.

Semenjak itu, para ilmuwan berpikir jika laki-laki tak lagi mempunyai tulang penis sebab manusia cenderung mempunyai hubungan monogami serta tak perlu bersaing untuk mendapat pasangan.

Peneliti dari University College London pun juga pernah mencari tahu kenapa manusia tak mempunyai tulang penis. Mereka berspekulasi jika ini berkaitan dengan jarak durasi panjang penetrasi manusia ketika berhubungan seks–lebih dari 3 menit. Hal ini pula juga yang mempengaruhi evolusi dari primata.

Matilda Brindle, yang memimpin penelitian, berkata temuan ini memberi dukungan anggapan bahwa sebenarnya ada keberadaan tulang penis itu yang hilang dalam garis keturunan manusia sebab tak mempunyai fungsi khusus.

“Temuan saya menujukkan bahwa baculum mempunyai kiprah terpenting dalam sistem reproduksi laki-laki. Tapi dalam catatan saya, ketiadaan tulang penis dapat memperpanjang intromission yang istilah biologi untuk penetrasi dengan penis hingga memudahkan laki-laki untuk membagikan ‘materi genetik’,” katanya.

Tulang penis di mamalia, dalam catatan peneliti, sebenarnya cukup bervariasi. Contohnya saja tulang penis marmoset, ia mempunyai tulang penis mencapai 60 cm.

Sedangkan simpanse serta bonobo–kerabat terdekat manusia mempunyai tulang penis cukup kecil (antara sekitar 6-8mm) serta durasi intromission singkat (sekitar 7 detik untuk simpanse serta 15 detik untuk bonobo). Namun mereka mempunyai sistem perkawinan poligami, sehingga antar lelaki cukup bersaing.