Penjualan Zalora Meningkat 30 Kali Lipat Selama Harbolnas

Penjualan Zalora Melonjak Menjadi 30 Kali Lipat Selama Harbolnas
Pekerja memilih barang pesanan dari gudang toko online Zalora, Cibitung, tanggal11 Desember 2015. Di ketahui sekitar 20 ribu sampai 30 ribu item masuk ke dalam gudang fashion online paling besar si asia Tenggara ini dari sekitar jam 9 sampai 4 sore. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Omzet perusahaan dari perdagangan berbasis elektronik, Zalora, meninggi 30 kali lipat dari hari biasa ketika Hari Belanja Online Nasional berlangsung pada tanggal 12-14 Desember 2016.

‚ÄúPada 2 jam pertama Harbolnas 2016 dikeluarkan, saya telah mendapat peningkatan pendapatan sebesar 350 % dibanding Harbolnas tahun kemudian. Tidak hanya itu, saya mencatat sebesar 30 % pengguna baru, yang adalah bukti bahwa industri perdagangan yang berbasis elektronik di Indonesia terus berkembang pesat setiap tahun,” terang CEO Zalora Indonesia Anthony Fung didalam keterangannya, di Jakarta, Kamis.

Rakyat Indonesia, ujar dia, semakin percaya untuk berbelanja online, sedangkan 70 % pengguna lain merupakan pembeli setia Zalora yang telah menantikan perayaan belanja tahunan ini.

80 % transaksi berlangsung melewati ponsel serta lebih dari 70 % dari aplikasi mobile e-commerce di sektor fashion itu.

Jabodetabek menjadi kota yang paling banyak melaksanakan transaksi Harbolnas tahun ini, di ikuti oleh Bandung, Surabaya, dan Medan serta Makassar.

Pengguna terbanyak tahun ini berusia 21-35 tahun, sebesar 67 % dari orang yang berbelanja ketika Harbolnas. Sementara itu, secara umum pengguna perempuan mendominasi dibanding laki-laki, 73 %.

Para perempuan umumnya bisa mencari tas kerja, plus kerja, sepatu pesta serta terusan printed. Laki-laki untuk menggemari jam tangan mono kromatik, sepatu sneakers serta jeans.